SIKSAKUBUR, MAZMUR:187 WEST BORNEO TOUR 2016

4:50:00 AM
SIKSAKUBUR (SK) adalah band brutal death metal yang tidak bisa dipandang sebelah mata di scene musik metal tanah air bahkan Asia Tenggara. Band yang masih setia bergerilya di jalur underground ini semakin menunjukkan taringnya dengan produktivitas tinggi dalam hal perilisan album. Tercatat sampai saat ini sudah 8 album dimuntahkan oleh band ini dalam kurun waktu 20 tahun berkarir. Yang mengejutkan adalah perilisan album ke-8 yaitu Mazmur:187 dimulai dari Kalimantan Barat lewat serangkaian tur di 5 kota. Peristiwa ini tentu menjadi sejarah penting di dunia permetalan Indonesia karena belum pernah perilisan album oleh band sebesar SK dimulai dari kota-kota kecil di wilayah Kalimantan Barat.

copyright 2016 AdiSulistyanto
Awal perjalanan karir SK dimulai ketika Andyan Gorust (drum), Japra (vokal), Ade Godel (Gitar) dan Burgenk (bass) membentuk band ini pada tanggal 6 Juli 1996 di Jakarta Timur. Andyan menamai band ini SiksaKubur karena terinspirasi dari nama band idolanya yaitu Sepultura. Segera saja di tahun yang sama mereka merilis album pertama "The Carnage" di bawah label Extreme Soul Production. Album ini mendapat tanggapan yang positif di kalangan metalhead lokal kala itu. Pada tahun 2001, SK dilirik Rottrevore Records untuk memproduksi album kedua dan lahirlah "Back To Vengeance". Dengan album kedua ini SK makin dikenal luas terbukti dengan larisnya penjualan album ini di pasaran underground. 

copyright 2016 AdiSulistyanto
Namun setelah perilisan album kedua ini dua personil yaitu Ade dan Burgenk mengundurkan diri dengan alasan masing-masing. Tak lama kemudian direkrutlah sebagai pengganti yaitu Andre Tiranda (gitar) ex Revitol serta Yudhi (bass) ex Authority. Ternyata kehadiran Andre yang penggemar berat Eddie Van Halen di sektor gitar ini seolah memberikan suntikan darah segar bagi SK. Tak lama di tahun 2003 dirilislah album ke-3 bertajuk "Eye Cry" yang bagi sebagian besar penyuka brutal death metal album ini dianggap masterpiece. SK makin dikenal khalayak luas dengan intensitas manggung yang makin tinggi. 

copyricht 2016 MikeCorpsgrinder

Tak bisa dipungkiri, bahwa masuknya sosok Andre Tiranda merubah karir serta musikalitas SK di kemudian hari. Pria kelahiran 22 Januari 1978 ini juga membuat konsep musik SK, sebuah band bermusik metal ekstrem , jauh dari musik mainstream namun berhasil memiliki penggemar loyal dan menumpuk. Andre menjadi produser untuk seluruh album SK, ia menjadi manajer band-nya sendiri, ia mengorganisir sendiri tur untuk band-nya yang kadang bisa mencapai 18 kota berturut-turut, baik kota besar maupun pedalaman di seluruh Indonesia. Hasrat besar inilah yang membuat karakter Andre dikenal sebagai pemimpin bertangan besi di band-nya. Sosok Andre ini juga menarik perhatian Sam Dunn untuk interview dengannya dan ditampilkan dalam film dokumenter Metal Global.

Pergantian personil sudah menjadi semacam kebiasaan di SK. Tapi menurutnya ini adalah sebuah keharusan jika sebuah band ingin maju, seperti cuplikan wawancara dengan majalah RollingStone beberapa tahun lalu. " kalau ada yang bilang kami asshole, ya kami memang asshole, tapi kami asshole yang tau mesti harus ngapain. Kami juga asshole yang akan habis-habisan untuk band ini." Karakter larger than life yang dimiliki Andre membuatnya dijuluki sebagai "bacot" alias tukang omong. Tapi kami sebagai admin musickviewer merasakan 'sesuatu' dibalik kebacotannya itu...hehe Dibalik penampilannya yang sangar penuh tato, di otaknya tersimpan pemikiran-pemikiran cerdas entah itu tentang musik atau hal yang lain, bahkan extra terestrial. Pemikiran-pemikiran seperti itulah yang ternyata menjadi sumber inspirasi bagi lagu-lagu ciptaannya di tiap album. Nice to know you bro...hehe (hasil wawancara personal kami dengan Andre bisa disimak di artikel lain di blog ini)

copyright 2016 AdiSulistyanto
Selanjutnya berturut-turut dirilis album-album yang tak kalah dahsyatnya yaitu Podium (2007) dan Tentara Merah Darah (2010). Pada album St.Kristo (2012) dan SiksaKubur (2014) sempat dihuni gitaris ex Betrayer yaitu Baken Nainggolan. Tepat bulan November 2016 ini, SiksaKubur yang saat ini digawangi Andre (gitar) Adhytia Perkasa (drum), Ricky Rangga (gitar), Rudi Harjianto (vokal) dan Gilang (bass) menggelontorkan album ke-8 bertajuk "Mazmur:187". Sintang menjadi tempat kehormatan pertama perilisan album baru ini.

copyright 2016 AdiSulistyanto
Sehari sebelum konser perilisan album, kami sudah menerima CD album tersebut dan langsung kami simak berdua. Kesan pertama telinga saya mendengarkan seluruh materi album tersebut seolah-olah kita dibawa kembali pada sound analog tahun 90an. Benar-benar old skul death metal !!! Materi lirik tidak berubah seperti album-album terdahulu, aura kemarahan dibalut rangkaian kalimat yang cerdas sudah menjadi spesialisasi Andre. Riff-riff sadis dihadirkan di semua lagu dan yang paling istimewa adalah hadirnya sebuah komposisi instrumentalia bertajuk Sumpah Berbisik. Hal ini baru pertama kali Andre lakukan pada album baru ini. Kata-kata yang pas untuk album ini BRUTAL EDAN CERDAS !!!

Kami berikan BINTANG 5 untuk album Mazmur:187


copyright 2016 MikeCorpsgrinder
5 November 2016 dimulailah tur perdana dalam rangka launching album ke-8 yang bertajuk MAZMUR:187 WEST BORNEO TOUR. Bertempat di Gedung Serba Guna Sintang, ratusan metalhead Sintang menjadi saksi sejarah dunia metal Indonesia. Open gate jam 19.00 didahului aksi band-band lokal dari Sanggau, Melawi maupun Sintang berbagai genre. The Tekelebus, The Midday Sun, Walk Forward, Tanom, Dinamic To Fight serta band heavy metal tua Street-5 secara bergantian unjuk gigi sebelum SiksKubur beraksi.

STREET-5 berbagi panggung dengan SiksaKubur
Didahului intro tanpa basa basi mereka langsung menggeber komposisi Burung Bangkai (St.Kristo), puluhan metalhead Sintang serentak moshing serta circle pit di depan venue. Penampilan yang energik dari SK dengan headbang tanpa henti menunjukkan kualitas mereka di venue. Setelah lagu pertama selesai, mereka say hello sebentar langsung panggung dibantai lagu Merah Hitam Hijau masih dari album yang sama. Lagu ketiga membawa kita bernostalgia sejenak pada album Podium yaitu Serigala Tanpa Naluri disikat tanpa ampun.

copyright 2016 AdiSulistyanto
Andre berkomunikasi sebentar dengan penonton sambil memperkenalkan album baru. Tanpa tedeng aling komposisi dari album baru dibawakan berturut-turut yaitu Di Bawah Nol, Pencuri Malam, Terikat Sekarat dan Monster. Lagu selanjutnya flashback kembali ke album St.Kristo yaitu Selera Neraka dan disambung lagu dari album s/t yaitu Nirwana Dalam Kaca.  Selanjutnya lagu-lagu lama kembali dibawakan tanpa ampun. Mereka mengakhiri penampilan malam itu dengan lagu penutup Memoar Sang Pengobar dari album Tentara Merah Darah. 

copyright 2016 AdiSulistyanto
Permainan Andre yang penuh skill ditimpali Ricky dengan penuh energi. Growling dari Rudi membawa aura kemarahan pada tiap-tiap lagu. Gebukan drum Adhytia yang penuh tenaga menyatu dengan betotan bass dari Gilang. Ternyata Adhytia ini juga drummer hard rock dari band Seven Years Later lo...hehe... Overall penampilan mereka ibarat masakan pedas dan lezat. Sangat berkualitas!!! Akhirnya rangkaian perdana tur West Borneo dilalui dengan sukses di Sintang. Hingga artikel ini diturunkan SiksaKubur sudah menjalani konser di Ketapang serta Pak Kadu. Untuk Pontianak rencana dilakukan hari ini tanggal 16 November, menyusul kemudian kota terakhir yaitu Singkawang.

copyright 2016 AdiSulistyanto

SEE YA ON NEXT GIGS.......
Previous
Next Post »
0 Komentar